hi haluuw selamat datang di blog ini. Silahkan berkeliling dan meninggalkan komentar anda....

setan

Menyambut bulan ramadhan nih…. kan bentar lagi udh puasa :D

Marhaban berasal dari kata “rahb” yang berarti luas atau lapang. Marhaban menggambarkan suasana tetamu yang disambut dan diterima dengan lapang dada, dan penuh kegembiraan. Marhaban ya Ramadhan (selamat datang ramadhan) mengandung arti bahwa kita menyambut Ramadhan dengan lapang dada, penuh kegembiraan, dan tidak dengan keluh kesah. Rasulluloh sendiri senantiasa menyambut gembira setiap datangnya Ramadhan. Dan berita gembira itu disampaikan pula kepada para sahabtnya seraya bersabda: “Sungguh telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkatan. Alloh telah memfardukan atas kamu puasanya. Didalam bulan Ramadhan di buka segala pintu surga dan dikunci pintu neraka dan dibelenggu seluruh setan. Padanya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebaikan malam itu maka sesungguhnya dia telah dijauhkan dari kebajikan” (HR. Ahmad) Marhaban ya Ramadhan, kita ucapkan untuk bulan suci itu, karena kita mengharapkan agar jiwa dan raga kita diasah dan diasuh guna melanjutkan perjalanan menuju Alloh SWT.Perjalanan menuju Alloh SWT. itu dilukiskan oleh para ulama slaf sebagai perjalanan yang banyak ujian, dan tantangan. ada gunung yang harus didaki, itulah nafsu. Digunung itu ada lereng yang curam, Belukar yang hebat, bahkan banyak perompak yang mengancam, serta iblis yang merayu agar perjalanan tidak dilanjutkan. Bertambah tinggi gunung didaki, bertambah hebat ancaman dan rayuan, semakin ganas pula perjalanan.

Tetapi bila tekad membaja, sebentar lagi akan tampak cahaya benderang, dan saat itu akan tampak dengan jelas rambu2 jalan, tampak tempat yang indah untuk berteduh serta telaga2 jernih untuk melepaskan dahaga. Dan bila perjalanan dilanjutkan akan ditemukan kendaraan Ar-Rahman untuk mengantar sang musafir bertemu kekasihnya.

Untuk sampai pada tujuan tesebut, tentu diperlukan bekal yang cukup. bekal itu adalah benih2 kebajikan yang harus kita tabur dalam jiwa kita. Tekad yang keras dan membaja untuk memerangi nafsu, agar kita mampu menghidupkan malam Ramadhan dengan shalat dan tadarrus, serta siangnya dengan ibadah kepada Alloh.Beberapa perkara yang harus disiapkan menjelang Ramadhan diantaranya adalah:

  • Bertaubat nasuha..yaitu dengan menyesaliperbuatan buruk yang telah kita lakukan seraya meminta ampun kepada Dzat Yang maha Pengampun secara sungguh2.
  • Dengan meyakinkan diri kita bahwa kemuliaan, derajat tinggi dan kejayaan yang haqiqi tidak akan tercapai kecuali dengan iman, dan hanya bagi orang2 yang beriman.
  • Bersungguh2 dalam bertaubat dan kembali kepada Allah. Kelalaian, dan kemarahan merupakan cobaan bagi manusia. Inilah pintu2 syaitan untuk membujuk manusia berbuat dosa dan maksiat lalu menjerumuskannyake jurang kehancuran. Apabila Alloh SWT menghendaki kebaikan atas hamba-Nya, maka akan dibukakan pintu taubat, penyesalan, kesungguhan untuk kembali ke jalan-Nya dengan mendekatkan diri kepada-Nya, mengamba dan mempebanyak do’a dan amal kebajikan sehingga akan terbuka pintu rahmat-nya.
  • Jiwa dan raga yang istiqomah, lurus dan konsisten. Menghormati dan mentaati perintah dan larangan-Nya
  • Mempebanyak dzikir.  Rasulluloh SAW berkata: “Tidakkah aku memberitahukan pada kalian tentang amal yang paling mulia disisi Thuan kalian (Alloh), derajatnya tertinggi di antara amal kalian. Amal tersebut lebih mulia dibanding menginfakkan emas dan perak, lebih mulia dari pertempuran dengan musuh kalian, hingga kalian meninggal secara syahid)”. Para sahabat menjawab: “Dengan senang hati, Ya Rasulluloh”. Maka rasulluloh s.a.w menjawab: “Amal tersebut adalah dzikir kepada Alloh yang Mulia.”
  • Itulah beberapa hal yang sekiranya perlu kita siapkan agar puasa kali ini bisa lebih bermakna dibanding puasa2 kita sebelumnya :D


    Random Post: